Kondisi paling parah terjadi di wilayah Kecamatan Tebing Tinggi, sementara kecamatan lain seperti Halong dan Awayan juga terdampak dengan tingkat genangan berbeda.
Baca Juga: Darurat Nasional! Bencana Sumatra Tewaskan Ribuan Warga, Korban Terus Bertambah
Banjir Bandang Balangan Kalsel, BPBD Lakukan Evakuasi Darurat
Kepala Pelaksana BPBD Balangan, Rahmi, mengatakan seluruh personel telah diterjunkan ke lapangan untuk melakukan penyelamatan warga yang terjebak banjir.
“Saat ini seluruh anggota sudah turun ke lapangan untuk melakukan operasi penyelamatan dan evakuasi,” ujar Rahmi.
Ia menjelaskan, pihaknya terus memantau ketinggian air berdasarkan laporan warga serta memperkuat koordinasi lintas sektor agar penanganan berjalan cepat dan tepat sasaran. BPBD juga membuka ruang bagi relawan yang ingin membantu, khususnya dari wilayah terdekat.
“Bagi relawan yang berada dekat dari Tebing Tinggi kami persilakan untuk membantu proses evakuasi,” ujarnya.
Banjir Bandang Balangan Kalsel Terparah di Tebing Tinggi
Yulianor Abdi menyebut banjir bandang di Balangan, Kalimantan Selatan, paling parah melanda Kecamatan Tebing Tinggi. Dampak terberat terjadi di Desa Juuh, Sungsum, dan Gunung Batu.
“Yang paling parah terjadi di Kecamatan Tebing Tinggi, tepatnya di Desa Juuh, Sungsum, dan Gunung Batu,” ujar dia di sela-sela meninjau lokasi banjir.
Menurut Yulianor, ratusan rumah warga mengalami kerusakan sedang hingga berat akibat derasnya arus banjir bandang. Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa.
“Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa di semua lokasi banjir,” tuturnya.
Dari hasil peninjauan, banjir dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi yang berlangsung sejak tengah malam hingga pagi hari. Air bah datang dengan cepat dan meluap ke permukiman warga.
Banjir Bandang Balangan Kalsel Capai Lebih dari Dua Meter
Pantauan di lapangan menunjukkan banjir bandang Balangan Kalsel mencapai ketinggian lebih dari dua meter, bahkan hingga menutup atap rumah di sejumlah desa. Warga terpaksa naik ke atap demi menyelamatkan diri sebelum dievakuasi petugas.
“Alhamdulillah, kondisi saat ini sudah mulai kondusif dan nanti para anggota diarahkan untuk membantu warga membersihkan sisa lumpur yang masuk ke dalam rumah mereka,” ujar Yulianor.
Selain Tebing Tinggi, banjir bandang juga melanda Kecamatan Halong. Sementara itu, Kecamatan Awayan terdampak banjir dengan skala lebih ringan.
Hingga Sabtu sore, petugas gabungan masih berada di lokasi. Personel terdiri dari TNI, Polri, BPBD, dan relawan. Mereka melakukan pendataan serta membantu pembersihan lumpur di wilayah yang airnya mulai surut.
Ribuan Warga Terdampak
Data sementara menunjukkan ribuan kepala keluarga terdampak banjir, terutama di Kecamatan Tebing Tinggi yang mencakup delapan desa. Petugas masih terus menghimpun data pasti sembari bersiaga mengantisipasi kemungkinan banjir susulan, mengingat kondisi cuaca yang belum sepenuhnya stabil.
Pemerintah daerah menegaskan kesiapsiagaan tetap dilakukan di seluruh wilayah rawan, dengan fokus utama pada keselamatan warga dan pemulihan pascabanjir.