ATENSI69.ID – Jakarta, Peristiwa kapal tenggelam Labuan Bajo terus menjadi perhatian serius aparat dan masyarakat. Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menambah sejumlah peralatan SAR untuk memperkuat pencarian tiga warga negara asing (WNA) asal Spanyol yang masih hilang akibat kecelakaan kapal wisata di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.
Penambahan peralatan tersebut dilakukan untuk memaksimalkan operasi pencarian kapal tenggelam Labuan Bajo, khususnya di bawah permukaan laut yang memiliki medan sulit serta dipengaruhi kondisi cuaca ekstrem.
Kapal Tenggelam Labuan Bajo, Kapolda NTT Tinjau Langsung Operasi SAR
Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko turun langsung ke Labuan Bajo guna memastikan kesiapan personel serta kelengkapan sarana pendukung dalam operasi pencarian kapal tenggelam Labuan Bajo.
“Selain membawa personel, kami juga membawa beberapa peralatan SAR yang dibutuhkan,” kata Rudi.
Peralatan yang dikerahkan meliputi satu unit seabob, sistem sonar 2D, Tactical Rescue Diver Thruster, dua unit scooter Bonex, serta satu unit drone bawah air SRV-8 MS lengkap dengan monitor dan pengisi daya cadangan. Selain itu, disiapkan dua unit teropong, empat senter selam, empat set wetsuit, dan empat pasang booties. Polda NTT juga menerjunkan lima penyelam untuk memperkuat operasi SAR gabungan.
“Diharapkan dengan bantuan alat yang kami bawa ini bisa mempermudah operasi SAR, karena kami dari Polda NTT membantu membackup, mendukung Tim SAR gabungan,” kata Rudi.
Temuan Jenazah
Dalam pencarian hari keempat, Tim SAR gabungan menemukan satu jenazah WNA asal Spanyol pada Senin pagi.
“Pada hari keempat pencarian di pukul 06.05 WITA kami dapat informasi dari masyarakat penemuan korban di daerah Pulau Serai yang masih masuk kawasan Taman Nasional Komodo (TNK),” kata Asfan.
Jenazah ditemukan mengambang sekitar 0,52 mil laut dari lokasi kejadian dan langsung dievakuasi ke RSUD Komodo untuk proses identifikasi.
“Setelah identifikasi, memang benar itu adalah salah satu dari korban KM Putri Sakinah yang mengalami tenggelam,” jelas Fathur.
“Jadi, korban masih pencarian sebanyak tiga orang,” tambahnya.
Identifikasi Korban Dilakukan Intensif
Polda NTT memastikan proses identifikasi korban kapal tenggelam Labuan Bajo dilakukan secara menyeluruh. Tim forensik telah menyiapkan langkah post mortem dan antemortem guna memastikan identitas korban secara ilmiah.
Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko
“Kami sudah siap, sementara masih di rumah sakit jenazahnya, kami akan mengadakan post mortem untuk mengidentifikasi jenazah yang tadi pagi ditemukan, saya belum menerima hasilnya,” kata Rudi.
Kegiatan antemortem telah dilakukan dengan mengumpulkan data ciri fisik serta sampel biologis berupa darah, air liur, dan rambut dari keluarga korban untuk keperluan pencocokan DNA.
Pencarian Diperkuat Kapal Tambahan
Operasi pencarian kapal tenggelam Labuan Bajo terus diperluas. Tim SAR mengerahkan kapal tambahan dan menyisir area hingga lebih dari lima mil laut dari lokasi kejadian. Nelayan juga diimbau segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
“Kami bersyukur sekali tadi sudah ditemukan satu jenazah dan itu juga atas bantuan nelayan,” ujar Rudi.
Kronologi Singkat Kapal Tenggelam Labuan Bajo
Insiden terjadi pada Jumat malam (26/12/2025) di Selat Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo. Kapal wisata KM Putri Sakinah yang membawa 11 orang mengalami mati mesin sekitar 30 menit setelah berlayar. Tak lama berselang, kapal dihantam gelombang tinggi dan tenggelam.
Dari 11 penumpang, tujuh orang berhasil diselamatkan. Sementara empat WNA asal Spanyol dilaporkan hilang. Hingga kini, Tim SAR gabungan dengan dukungan Polda NTT dan instansi terkait masih melakukan pencarian terhadap tiga korban.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan pelayaran di kawasan wisata perairan, terutama saat cuaca tidak menentu.