ATENSI69.ID – Jakarta, Banjir Sumatera tewaskan ribuan warga setelah rangkaian banjir bandang dan tanah longsor menerjang Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia bertambah 16 jiwa per Senin (22/12/2025), sehingga total korban jiwa kini mencapai 1.106 orang.
Dalam konferensi pers virtual, BNPB menyampaikan perkembangan terbaru terkait korban, pengungsi, dan langkah prioritas penanganan di lapangan, termasuk pembersihan area terdampak serta percepatan pemulihan akses dasar.
Baca Juga: Mencekam! Banjir Bandang Guci Tegal Bikin Pengunjung Panik
BNPB Umumkan Penambahan Korban Jiwa
BNPB menyebut tambahan korban jiwa berasal dari hasil temuan dan identifikasi terbaru di tiga provinsi terdampak.
“Berdasarkan temuan dan hasil identifikasi terbaru, terdapat penambahan 16 jiwa sehingga total korban meninggal dunia di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kini mencapai 1.106 jiwa,” ujar Abdul saat konferensi pers secara virtual, hari ini.
BNPB juga menyampaikan simpati dan bela sungkawa atas banyaknya korban yang meninggal dalam bencana ini.
Banjir Sumatera Tewaskan: Pengungsi 502.570 Jiwa, Pencarian 175 Orang
Selain korban meninggal, BNPB melaporkan jumlah warga yang masih dalam pencarian berkurang 10 orang, sehingga saat ini tersisa 175 orang yang masih didata dalam daftar pencarian.
“Untuk jumlah pengungsi, total per hari ini adalah 502.570 jiwa,” tuturnya.
Dalam sepekan terakhir, jumlah pengungsi berangsur turun karena sebagian warga mulai kembali ke rumah untuk membersihkan sisa material banjir atau mengungsi sementara ke rumah kerabat. Meski begitu, kebutuhan pangan masih banyak ditopang dapur umum yang dikelola pemerintah dan masyarakat.
Fase Tanggap Darurat dan Lima Prioritas Utama
BNPB menyebut wilayah terdampak saat ini memasuki hari kedua menjelang penutupan perpanjangan fase tanggap darurat.
“Saat ini kita berada di hari kedua menjelang penutupan perpanjangan fase tanggap darurat, khususnya di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” kata Abdul.
Banjir Sumatera Tewaskan: Pembersihan Masif dan Dukungan Personel Tambahan
Upaya pembersihan di sejumlah wilayah terdampak terus dikebut, termasuk di Aceh Tamiang. BNPB menyebut penambahan personel dan alat berat dilakukan untuk mempercepat pemulihan area publik dan permukiman.
“Di Aceh Tamiang, upaya pembersihan dilakukan secara masif dengan penambahan personel dari satu Batalyon Zeni Tempur dan satu Batalyon Konstruksi TNI lengkap dengan alat berat,” ucapnya.
Korban Mengungsi dan Janji Percepatan Hunian
Seiring masa pengungsian yang hampir berjalan sebulan bagi sebagian korban, kebutuhan tempat tinggal menjadi isu utama. Banyak keluarga kehilangan rumah atau mengalami kerusakan berat. Mereka terpaksa bertahan di tenda pengungsian. Para korban masih menunggu kepastian hunian sementara maupun hunian tetap.
Pemerintah disebut telah menyiapkan skema pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap). Pemerintah daerah diminta menyiapkan lahan pendukung. Target percepatan pembangunan juga disampaikan saat kunjungan pejabat ke wilayah terdampak. Salah satunya rencana peletakan batu pertama ratusan huntap di Aceh Tamiang pada akhir Desember.
Bantuan Dunia Usaha dan Penggalangan Dana
Dukungan bantuan juga datang dari dunia usaha dan komunitas. Bantuan kemanusiaan disalurkan melalui asosiasi pengusaha dan didistribusikan dengan dukungan lembaga kemanusiaan agar tepat sasaran. Sejumlah organisasi masyarakat juga menggelar kegiatan penggalangan dana untuk meringankan beban warga terdampak banjir dan longsor.
“Sekecil apapun bantuan yang kita berikan, sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Semoga kebaikan ini dibalas dengan keberkahan yang melimpah,” ujar Kamada Banten setelah menyerahkan donasi kepada panitia yang diwakili oleh Rani Ve.
“Saya hadir di sini sebagai tamu undangan dan berharap setiap bantuan yang kita berikan dapat bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang terkena musibah. Bukan tentang seberapa besar nilai yang diberikan, tetapi tentang niat tulus kita dalam membantu,” ujarnya.
Hingga laporan ini disusun, penggalangan dana yang disebut dalam kegiatan tersebut dilaporkan telah mencapai target puluhan hingga ratusan juta rupiah dan masih terus dibuka.

Operasi SAR Diperluas! Kapal Tenggelam Labuan Bajo Telan Korban
Darurat! Banjir Bandang Balangan Kalsel, Air Capai Atap Rumah
Heboh Jakarta Utara! Bangunan Parkir Ambruk Timpa Kendaraan
Mencekam! Banjir Bandang Guci Tegal Bikin Pengunjung Panik
Viral & Dikecam! Roti O Tolak Tunai, BI Tegaskan Tak Boleh Tolak Rupiah
Terungkap! Pengeroyokan Mata Elang Kalibata Libatkan Polisi
Terbongkar! Modus Loker Sragen Jerat Siswi, Pelaku Buang Korban
Darurat Nasional! Bencana Sumatra Tewaskan Ribuan Warga, Korban Terus Bertambah