ATENSI69.ID – Jakarta, Banjir bandang Guci Tegal menerjang kawasan wisata pemandian air panas Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, pada Sabtu (20/12/2025) sore. Hujan deras dengan intensitas tinggi di lereng Gunung Slamet menyebabkan Sungai Gung meluap dan membawa material lumpur, pasir, batu, hingga pipa air panas yang menghantam sejumlah fasilitas wisata.
Suasana kawasan yang biasanya ramai wisatawan berubah mencekam. Sejumlah pengunjung panik dan berlarian menyelamatkan diri saat arus deras tiba-tiba memasuki area pemandian. Aparat kepolisian dan pengelola wisata segera melakukan evakuasi dan mengarahkan wisatawan ke lokasi yang lebih aman.
Baca Juga: Viral & Dikecam! Roti O Tolak Tunai, BI Tegaskan Tak Boleh Tolak Rupiah
Banjir Bandang Guci Tegal Rusak Pancuran 13 dan Pancuran 5
Dampak terparah dari banjir bandang Guci Tegal terjadi di Pancuran 13 yang merupakan ikon wisata setempat. Kolam pemandian air panas di lokasi tersebut rusak parah tergerus arus banjir. Sementara itu, Pancuran 5 tertutup material batu dan pasir sehingga tidak dapat digunakan.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tegal, Akhmad Uwes Qoroni, menyatakan area terdampak ditutup sementara demi keselamatan pengunjung.
“Kami prioritaskan keamanan wisatawan. Area terdampak ditutup total sampai kondisi dinyatakan aman,” ujar Akhmad.
Meski demikian, objek wisata Guci secara umum masih dibuka untuk wisatawan yang ingin berkunjung ke area lain yang dinyatakan aman.
“Saya menginformasikan bahwa destinasi wisata Guci saat ini aman untuk dikunjungi,” ucapnya.
Tidak Ada Korban Jiwa
Aparat memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir bandang Guci Tegal. Seluruh wisatawan berhasil dievakuasi dengan lancar hingga Sabtu malam. Meski kerusakan fasilitas cukup besar, kondisi umum kawasan wisata berangsur kondusif setelah aliran Sungai Gung surut.
Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tegal langsung melakukan kaji cepat dan penanganan darurat di lokasi terdampak. Material lumpur dan bebatuan yang menutup sebagian area wisata mulai dibersihkan secara bertahap.
Banjir Bandang Guci Tegal Dipicu Hujan Intensitas Tinggi
Banjir bandang ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung cukup lama sejak siang hari. Luapan Sungai Gung membawa material berat hingga merusak kolam pemandian, jembatan kecil, serta sejumlah pipa aliran air panas.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menjelaskan dampak banjir cukup signifikan di kawasan wisata tersebut.
“Kolam air panas pancuran 13 RB tergerus banjir, 13 jembatan RB hilang, beberapa pipa aliran air hanyut terbawa arus,” kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam keterangannya, Minggu (21/12/2025).
Ia juga menegaskan kondisi sungai telah berangsur normal dan tidak ada laporan korban jiwa.
“Korban jiwa nihil. Aliran sungai Gung terpantau telah surut dan kondisi relatif normal. Area Pancuran 13 ditutup sementara. Lokasi dalam kondisi rawan dan menunggu pendataan lanjutan,” kata dia.
Target Pembersihan Sepekan
Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, menyebut pembersihan dan pemulihan pascabanjir di Pancuran 13 ditargetkan rampung dalam waktu sepekan. Menurutnya, pemerintah daerah bersama BKSDA tengah mempercepat proses recovery agar kawasan terdampak segera kembali normal.
“Untuk hari ini kita menutup ulang untuk memeriksa progres pembersihan di Pancuran 13 ini. Kami sampaikan bahwa pasca banjir yang terdampak adalah di Pancuran 13 dan Pancuran 5,” jelasnya.
Ia memastikan meski ada penutupan di lokasi tertentu, wisatawan masih dapat menikmati destinasi lain di kawasan Guci.
“Secara umum masih normal, kuliner, UMKM masyarakat, wisatawan semuanya juga masih bisa menikmati suasana,” imbuhnya.
Imbauan Kewaspadaan Warga
Aparat dan pemerintah daerah mengimbau masyarakat serta wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan deras. Pengunjung juga diminta tidak mendekati area sungai dan lokasi yang masih dinilai rawan.
“Masyarakat di sepanjang aliran Sungai Gung, khususnya wilayah Balapulang, Dukuhwaru, Adiwerna hingga kawasan Pantura, tetap dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan petugas,” pungkasnya.

Operasi SAR Diperluas! Kapal Tenggelam Labuan Bajo Telan Korban
Darurat! Banjir Bandang Balangan Kalsel, Air Capai Atap Rumah
Heboh Jakarta Utara! Bangunan Parkir Ambruk Timpa Kendaraan
Darurat Nasional! Banjir Sumatera Tewaskan Ribuan Warga
Viral & Dikecam! Roti O Tolak Tunai, BI Tegaskan Tak Boleh Tolak Rupiah
Terungkap! Pengeroyokan Mata Elang Kalibata Libatkan Polisi
Terbongkar! Modus Loker Sragen Jerat Siswi, Pelaku Buang Korban
Darurat Nasional! Bencana Sumatra Tewaskan Ribuan Warga, Korban Terus Bertambah